- Home>
- Mesin Ketik misterius pt 2 (c)
Aku segera pergi dari toko itu, perasaan takut mulai menghantuiku. Jujur pertama kali melihat mesin ini, terasa ada yg mengikuti. Tapi aku tidak memperdulikannya, sesampainya aku dikost-kostsan aku mulai mengetik. Tiba-tiba aura negatif muncul dari diriku, aku mulai kesurupan .
"Tolonggggggg!!! " teriak ku dri dlm kamar.
Tak ada yg menolongi ku, jari tangan ku mengeluarkan darah gara-gara mengetik terlalu cepat . Tapi naskah ku langsung jadi bhkan ceritanya lebih bagus dripda cerita yg sering aku buat.
"Mungkin cara kerja mesin ini harus kesurupan dulu" pikirku dlm hati
Hari sudah mulai sore, aku harus segera menyetor naskah ini ke produser.
"Klo cerita seperti ini, pasti honor ku akan naik haha" pikir ku lgi dengan tawa jahat.
Aku segera berangkat dan pada akhirnya aku tiba di tempat produser , aku mengetuk pintu ruangannya
*tok tok tok* suara pintu yg ku ketuk
"Ya, silahkan masuk
"Ini saya bawakan naskah yg baru lagi bu" kata ku smbil memberikan naskah yg sudah ku jilid rapi.
"Wah bagus-bagus , coba saya baca" kata produsernya itu
Aku segera memberinya naskah itu untuk ia baca. Terlihat ia cukup serius membaca naskah itu.
"Kamu pke mesin ketik jadul itu ya?" Tanya bu produser dengan heran.
"Iya bu hehe, laptop saya rusak kena tumpahan kopi jadinya gak bsa dipke" jawabku.
"Tapi gak apa-apa kok, bagus naskah mu ini saya suka. Bahkan naskah mu ini lbh bagus dri pda naskah mu yg sebelumnya" puji produser itu.
"Wah terimakasih bu" kata ku
"Ini honor mu, klo kamu nyetor naskah seperti ini honor mu akan naik terus deh" kata ibu produser
Aku hanya membalasnya dengan senyuman ku dan segera pamit dri ruangan produser itu.
"Hahaha , sudah ku duga honor ku akan naik" tawa ku dengan melihat uang yg ada di dlm amplop.
Hari demi hari yg kulalui selalu mengetik naskah, aku mulai ketagihan dengan mesin ini. Aku tidak memperduli kan ini mesin kutukan atau apa yg penting naskah ku jadi dan aku dpet uang. Bahkan aku dibelikan laptop baru oleh produser ku tetap aku tolak.
Aku melakukannya dengan penuh emosi, tiba-tiba ketika aku sedang mengetik ada sesosok wanita didekat mesin ketik itu. Wajahnya pucat , matanya merah melotot ia mulai mencekik leher ku. Aku segera menghindar dan keluar dri kamar ku. Perasaan ku mulai tidak enak, aku mulai dihantui lagi. Aku mencoba masuk ke kamar dan mengambil mesin ketik itu. Kemudian aku pergi menuju ke tempat aku membeli benda terkutuk ini.
"Pak , saya minta pertanggung jawaban bpak sebagai penjual benda aneh ini!!" Bentak ku smbil memberinya mesin ketik tsb.
"Wah , kan dari pertama saya sudah menanyakan bahwa "kamu yakin mau membeli benda ini?" Kamu jawab yakin , yaudah saya jual aja mesin itu " kata pemilik toko itu
"Saya kembalikan mesin ini dan bpak gak usah dah mengembalikan uangnya. Saya terus dihantuin terus!" Kataku.
"Tetap tidak bisa, krna benda itu sudah jadi milik kamu. Dan "ia" akan membunuhmu , krna kamu menggunakan benda itu dengan tidak sabaran. " kata pemilik toko tsb
Aku segera meninggalkan toko itu tapi aku tidak membawa mesin itu, mesin itu aku tinggal kan saja disana. Selama perjalanan tampak biasa2 saja. Pikiranku kacau aku dibawa emosi , aku bahkan tidak melihat kalau ada truck didepanku dan aku ditabrak oleh truck itu. Sungguh malang nasib ku, karir ku sebagai penulis pun berakhir. Aku menyesali semua ini.
End
0 komentar